Duta Teknologi Hadir di SMA Negeri 1 Bawang, Bekali Guru dengan Strategi Pembelajaran Mendalam

BANJARNEGARA – SMA Negeri 1 Bawang Kabupaten Banjarnegara mengadakan Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM) selama dua hari, Jumat-Sabtu (29-30/8/2025), bertempat di meeting room SMA Negeri 1 Bawang. Kegiatan ini diikuti oleh seluru guru dengan tujuan meningkatkan kualitas pembelajaran serta mendorong penguatan ekosistem belajar yang positif.

Pelatihan menghadirkan Fakhrudin Sujarwo, M.Pd., guru SMA Negeri 1 Sambungmacan, Kabupaten Sragen, sebagai narasumber utama. Tidak hanya sebagai pendidik, narasumber juga merupakan duta teknologi Kemendikbudristek sekaligus menjadi kapten belajar.id Provinsi Jawa Tengah.

Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM) dibuka oleh Plt. Kepala SMA Negeri 1 Bawang, Sudarto, S.Pd., M.Pd.. Selain membuka acara, beliau juga menyampaikan informasi terkait kebijakan sekolah. Selanjutnya, penyampaian materi dari narasumber yaitu Pola Pikir Bertumbuh (growth mindset) dalam PM, Kerangka Kerja PM, serta Prinsip dan Pengalaman Belajar PM. Para guru diajak untuk memahami bagaimana PM dapat membantu siswa lebih kritis, kretaif, dan kolaboratif.

Sementara itu, pelatihan di hari kedua diawali dengan pemaparan dari pengawas Cabdin IX, Upik Hastuti, S.Pd,M.Pd., tentang pentingnya Implementasi PM Untuk Menguatkan Eksosistem Belajar Positif. Selanjutnya, kegiatan kembali dilaksanakan dengan penyampaian materi dari narasumber utama yaitu Asesmen dalam PM, Perencanaan Pembelajaran, dan Inkuiri Kolaboratif. Para guru pun terlihat sangat antusias mangikuti sesi diskusi dan simulasi yang diberikan.

Pelatihan yang berlangsung dengan suasana penuh kolaboratif ini sangat dinikmati oleh para guru. Pembentukan kelompok diskusi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok IPA, IPS, bahasa, dan humaniora menjadikan mereka semakin kompak dan antusias dalam mempelajari materi pembelajaran mendalam. Melalui kerja kelompok, para guru berlatih menyusun rancangan pembelajaran mendalam dengan pendekatan PM, kemudian mempresentasikannya secara bergiliran. Atmosfer diskusi pun berlangsung hidup. Guru saling bertukar ide dan pengalaman sehingga tercipta suasana kolaboratif yang memperkuat semangat kebersamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *